Arsip Kategori: Sehari-hari

Hanya kejadian kecil yang kebetulan disebut Biasa

belajar menjadi manusia bijak

What’s come to your mind when you first read that “philosophy” word?

(^^).

Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = “kebijaksanaan”). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat | lagi2 wiki)

***

hai… rasanya dah lumayan lama juga ga nulis2 yah? hehehe. Saya mau share sedikit pelajaran yang paling menyenangkan yang  belakangan ini saya konsumsi setiap hari senin. (^^). Yup,saya mengikuti sebuah kursus singkat (yang mungkin mengherankan bagi banyak orang) tentang filsafat manusia. dimana? di sekolah tinggi filsafat Driyakara.

Saya  sudah ikut beberapa lama dan hampir berakhir malah. (>,<). Temanya untuk semester ini menarik sekali. tentang bagaimana pemikir-pemikir mengupas segalanya tentang manusia. Well, satu semester dengan waktu satu minggu sekali, jelas tidak bisa mengupas hingga kulit terdalam. yah… ibarat kata br icip-icip sajalah.

Tema Manusia, jelas merupakan penarik minat utama saya untuk mengikuti kursus ini. Setiap minggu saya mengenal dan dikenalkan pada pemikiran-pemikiran luar biasa tentang bagaimana seharusnya manusia hidup, tentang cita-cita ideal “kehidupan manusia” yang dipikirkan filsuf sejak beratus-ratus tahun yang lalu. ya segala aturan, sistem perekonomian, jiwa, agama, budaya, bahasa, napsu dan segala aspek lainnya yang menyangkut manusia dibahas disini. bahkan termasuk bagaimana pemikiran-pemikiran itu sendiri bisa muncul. Berat ya? iya, lumayan.

Sapere aude. Beranilah menjadi bijak (berpikir). Kutipan dari Horatius ini, ada di flyer tentang kursus filsafat ini. Pernah di sebuah percakapan online, seorang teman saya menyapa dengan pertanyaan sederhana. “moniq lagi ngapain?” . “lagi mikir” jawab saya. “waduh! berat bener kerjaan lo”. dan saya tertawa membaca balasannya. hmmm apa iya berpikir itu berat? Boleh percaya boleh tidak, berpikir bukanlah pekerjaan yang seberat dan serumit itu. Memang kadang kala karena saking ga ngertinya, kita bisa jadi pusing sendiri ketika berpikir. Dan merasa buntu, bodoh, gelap. Tapi ada kepuasaan tersendiri ketika rasa-rasanya jalan pikiran yang kita telusuri menuju sesuatu. Dari satu titik pemikiran membawa kita ke pemikiran lain dan akhirnya menemukan pencerahan. Pikiran yang terbuka dan terisi membantu kita melihat lebih dalam makna kehidupan. Lagipula Tuhan memberikan kita otak untuk membantu kita menemukan banyak jawaban akan misteriNya.Hahaha. Anyway, saya cuma mau bilang filsafat itu mengasyikkan dan belum tentu membosankan.

Jadi jangan anti dulu dengan kata “Filsafat” ataupun “berpikir”.

***

Nah… ya… enaknya belajar filsafat, kita bahkan tidak perlu lagi bingung dengan jawaban-jawaban kehidupan, sudah banyak filsuf yang hidup dari jaman dulu kala yang menyumbangkan pemikiran-pemikiran dan ini tentu saja membantu kita menemukan jawaban2 yang kita inginkan (belum tentu bisa dibilang benar). Berita buruknya, pemikiran-pemikiran itu begitu banyaknya dan dibutuhkan hampir seumur hidup untuk bisa menyerapnya. (>,<).hahaha. Just kidding. ini cuma masalah ketekunan membaca dan kita selalu bisa memilih mana yang terbaik dari semua.

Terima kasih kepada aksara yang memungkinkan manusia mewariskan semua pemikiran-pemikiran kepada generasi selanjutnya. Coba bayangkan dunia tanpa tulisan. tanpa huruf. owww…. gelap bgt kan! Pengetahuan-pengetahuan manusia yang didapat dari berbagai macam kebudayaan di dunia,  tidak terekam dan tidak terakses. err…. mimpi buruk itu sepertinya. Pengetahuan dan pemikiran dari manusia yang hidup sebelum jaman kita lha yang kemudian membentuk kehidupan kita di jaman sekarang. Jadi yah… andaikan itu tidak terekam dan diteruskan, mungkin pengetahuan manusia sampai sekarang hanya melulu mengenai cara berburu dan bertani.(tapi mungkin baik juga, kita jadi tidak berhadapan dgn global warming(”p)>). Tapi itulah hebatnya manusia. kita tidak berhenti di satu pemikiran, tidak puas hanya dengan satu penemuan. tapi terus mencari dan mencari.

Bahkan, sampai sekarang masih banyak hal-hal yang belum terungkap, masih banyak hal yang tidak diketahui manusia. Dan ini adalah PR kita bersama untuk dipikirkan. Seperti bagaimana caranya membagi uang yang ada di seluruh dunia secara rata dan adil ke setiap manusia? (”p). seperti menanagi global warming… hmm… melihat sejarah manusia dan bagaimana segala pemikiran bisa berkembang sedemikian rupa, rasanya kita masih bisa optimis bahwa 2012 besok bukanlah akhir dari segalanya. Makanya neh kita2 yang generasi muda tidak boleh malas berpikir. Mumpung otak masih encer dan belom pikun, yuk… kita banyak belajar. Belajar memanfaatkan pengetahuan dan pemikiran yang telah disumbangkan bagi kemajuan hidup manusia.

Iya Lho… di kelas filsafat ini, banyak orang-orang tua yang sudah berumur masih tetap rajin mengikuti kuliah. Tidak sedikit yang sudah berumur 50 tahun ke atas. Bahkan ada yang tinggalnya di palembang dan khusus untuk mengikuti kelas filsafat ini, ia terbang setiap hari senin ke jakarta. Wew yah… semangat banget. Saya saja kalah. Saya beberapa kali bolong. (>,<). Pokonya tidak ada kata terlambat untuk mengetahui banyak hal dan belajar.

Boleh contek neh kata2 einstein:

“I am neither especially clever

nor especially gifted.

I am only very, very curious.”


(^^). Be curious…keep learning!

***


Pelaku Peka

Tipe Pelaku Peka adalah orang-orang yang lembut, rendah hati, dan pendiam. Mereka menangani kehidupan sehari-hari dengan baik dan menyukai keleluasaan pribadi mereka. Dengan sifat optimis dan tidak banyak bicara, mereka juga adalah pendengar yang baik yang sering dicari orang dan orang lain merasa nyaman ditemani mereka. Singkatnya, tipe ini adalah yang paling mudah disukai dan paling ramah di antara semua tipe kepribadian. Toleransi dan sikap hormat kepada orang lain membuat kepribadian mereka menonjol. Mereka sangat penuh kasih sayang, murah hati, dan selalu bersedia membantu. Mereka terbuka dan tertarik pada segala hal baru atau yang tidak diketahui oleh mereka. Namun demikian, jika sistem nilai dalam diri atau perasaan keadilan mereka dilukai, tipe Pelaku Peka dapat sekonyong-konyong dan secara mengejutkan menjadi keras dan tegas.

Tipe Pelaku Peka menikmati kenyamanan kehidupan sebaik-baiknya. Mereka sangat bahagia dalam kehidupan sehari-hari. Tipe Pelaku Peka biasanya seniman berbakat atau perajin yang amat trampil. Kreativitas, imajinasi, dan terutama persepsi yang tajam hanya sedikit dari kekuatan mereka. Tipe Pelaku Peka sangat berorientasi pada kekinian; perencanaan jangka panjang dan persiapan tidak menarik bagi mereka. Mereka menghadapi hidup sebagaimana datangnya dan bereaksi dengan luwes terhadap tuntutan sehari-hari. Mereka tidak menyukai terlalu banyak rutinitas dan hal-hal yang bisa ditebak. Bakat mereka muncul ke permukaan ketika proses pekerjaan beragam dan tidak ada banyak aturan. Tipe Pelaku Peka suka bekerja sendiri; jika mereka menjadi bagian dari tim, mereka tidak terlibat dalam permainan persaingan atau kekuasaan dan lebih memilih hidup dan bekerja sama secara harmonis dan terbuka.

Tipe Pelaku Peka sangat puas dengan lingkaran pertemanan yang kecil namun akrab karena kebutuhan kontak sosial mereka tidak terlalu besar. Di sini mereka juga menghindari konflik – pertengkaran dan perselisihan menimbulkan cukup banyak ketegangan bagi mereka. Tipe Pelaku Peka biasanya sangat menyukai binatang dan sangat pandai berhadapan dengan anak kecil. Sebagai pasangan, tipe ini setia dan dapat diandalkan serta bersedia mencurahkan diri ke dalam suatu hubungan. Saling menghargai dan toleransi sangat penting bagi tipe Pelaku Peka. Kecintaan mereka terhadap kesenangan menjadikan mereka teman yang menyenangkan yang dengan mereka seseorang dapat mengalami saat-saat yang intens. Mereka suka memperlakukan pasangan mereka dengan penuh perhatian, memberi mereka hadiah-hadiah kecil, dan sangat peka terhadap kebutuhan-kebutuhan pasangannya – seringnya lebih dibanding terhadap kebutuhan mereka sendiri. Namun demikian, jika mereka bertemu orang yang salah, mereka memiliki risiko dimanfaatkan. Mereka akan mengalami kekecewaan mendalam jika itu terjadi.

Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: introvert, praktis, emosional, spontan, sensitif, menyukai kedamaian, pendiam, lembut, baik hati, mandiri, pengertian, ramah, suka bercanda, bebas, simpatik, santai, tidak banyak bicara, rendah hati, menyukai kesenangan, setia, patuh, penuh kasih sayang, suka menolong, optimis.

want to know yours? check it out @http://www.ipersonic.com/id/test/

Surat kepada Bapak/Ibu Menteri Kabinet Indonesia Bersatu 2

Dear Bapak/Ibu Menteri yang terhormat,

Pertama-tama saya ucapkan selamat atas terpilihnya anda-anda sebagai Bapak/Ibu menteri. Semoga bukan gaji dan kuasa saja yang anda bayangkan saat mengucap sumpah dan janji anda.

Bapak/Ibu menteri, saya mau bercerita sedikit. hari ini saya pergi bekerja ke kantor seperti biasa. namun yang tidak biasa adalah saya bertemu sekumpulan pemulung. Mereka terdiri dari seorang ibu dan 3 orang anaknya. mereka sedang menyanyi “balonku” dengan riangnya di depan gerbang gang rumah saya. jujur saja, saya terganggu dengan pemandangan itu. saya tidak nyaman melihat ketiga orang anak ibu itu berada di jalanan ketimbang di sekolah. dan saya juga terganggu dengan pekerjaan sang ibu sebagai pemulung, tidak bisakah anda mengusahakan sesuatu agar sang ibu tidak berkeliaran di jalanan dengan pakaian yang begitu lusuh mendorong-dorong sebuah gerobak berisi sampah.

Jadi ijinkan saya memohon, tolong jangan lupakan janjimu hari ini, dan berhentilah menghabiskan uang negara untuk hal pribadi. tidakkah anda terganggu dengan pemandangan: pemulung, bencana, banjir, dll. jangan tinggal di dalam dingginnya kantor barumu. jangan tutup pintu hatimu terhadap mereka.

hah! itu saja dulu pak… bu…. rupanya malam telah mengalahkan saya…

selamat tidur.